MASALAH TERBESAR DALAM SUMBER DAYA YANG ADA DI INDONESIA
MASALAH TERBESAR DALAM SUMBER DAYA YANG ADA DI INDONESIA
Silvy Puji Lestari
Abstrak : Sumber daya manusia dan sumber daya alam adalah dua komponen penting dalam suatu kehidupan. Keduanya harus sejalan dengan sangat baik. Apabila tidak bisa seimbang satu sama lain maka kehidupan ini tidak akan berjalan dengan baik. Dalam suatu negara apabila keduanya tidak sejalan akan berakibat dalam kehidupan bernegara. Maju atau tidaknya suatu negara disebabkan pula oleh kualitas sumber daya alam dan sumber daya manusia. Hal yang paling berpengaruh adalah bagaimana kualitas sumber daya manusia disuatu negara tersebut. Apabila suatu negara sudah memiliki sumber daya alam yang baik tetapi tidak memiliki sumber daya manusia yang berkualitas maka negara itu bisa saja diatur oleh negara luar yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Sumber daya manusia merupakan asset bangsa. Dalam upaya mewujudkan bangsa dan masyarakat Indonesia yang maju, mandiri dan sejahtera, peranan pendidikan sangat penting. Pendidikan tinggi dapat menghasilkan berbagai pemikiran dan konsepsi untuk memajukan harkat dan martabat masyarakat Indonesia. Dengan ilmu seseorang akan dapat mengatur dan memanfaatkan sumber daya alam dengan baik.
Kata Kunci : Sumber daya alam, sumber daya manusia
Abstract: Human resources and natural resources are two key components of a life. Both should be in line with the very good. If it can not balance each other then life will not go well. In a state where the two are not in line will result in a state of life. Advance whether or not a country is caused also by the quality of natural resources and human resources. The most influential thing is how the quality of the human resources sector in the country. If a country already has a good natural resources but does not have the human resources, the quality of the country can be governed by foreign nations who have the human resources of high quality. Human resources is an asset of the nation to build the Indonesian economy. In an effort to realize the nation and the people of Indonesia are developed, independent and prosperous, the role of education is very important. Higher education can produce a variety of ideas and concepts to advance the dignity of the people of Indonesia. With the knowledge someone will be able to organize and utilize natural resources well.
Keywords: natural resources, human resources
PENDAHULUAN
Pembangunan suatu bangsa memerlukan aspek pokok yang disebut dengan sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Kedua sumber daya ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Sejarah menunjukkan masyarakat bisa mencapai kemakmuran karena berhasil memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.
Pada dasarnya sumber daya alam merupakan asset yang dimiliki suatu negara yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim atau cuaca, hasil hutan, tambang dan hasil laut yang sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Dengan adanya sumber daya alam yang melimpah dan berpotensi tinggi sangat mendukung pembangunan ekonomi suatu negara.
Sebuah wilayah yang kaya akan sumberdaya alam, tidaklah dengan sendiri nya memberikan kemakmuran bagi warga masyarakatnya, jika sumberdaya manusia yang ada tidak mampu me-manfaatkan dan mengembangkan teknologi guna memanfaatkan sumber alamnya. Sebaliknya, sebuah wilayah yang miskin sumber alam, namun cakap dalam mengembangkan teknologi, ternyata lebih cepat berkembang dibandingkan wilayah lainnya yang tidak cukup mempunyai sumberdaya alam dan manusia yang unggul. Hal ini berarti bahwa sumberdaya manusia ternyata memiliki peran penting dalam proses pemakmuran sebuah wilayah. Sumber daya manusia berperan ganda, baik sebagai obyek namun sekaligus sebagai subyek pem bangunan. Sebagai obyek pembangunan, SDM merupakan sasaran pembangunan untuk disejahterakan, dan sebagai subyek, SDM berperan sebagai pelaku pembangunan yang sangat menentukan kemajuan.
Selain itu sumber daya manusia merupakan modal dasar dari kekayaan suatu bangsa, karena manusia adalah faktor produksi yang bersifat aktif mengumpulkan modal, mengeksploitasi sumber-sumber daya alam, membangun organisasi-organisasi sosial, ekonomi, politik dan melaksanakan pembangunan nasional. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, maka pendidikan merupakan suatu hal yang penting dan untuk itu peningkatan kualitas sumber daya manusia mutlak harus dilakukan. Karena dengan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dapat memberikan multiplier efect terhadap pembangunan suatu negara, khususnya pembangunan bidang ekonomi. Secara umum tingkat pendidikan dan kesehatan dapat mewakili kualitas tenaga kerja karena dengan pendidikan, seseorang akan bertambah keterampilannya, dan dengan kesehatan seseorang akan lebih kuat dan jernih pemikirannya dalam bekerja.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, untuk mengolah sumber daya alam tersebut maka di perlukan adanya peningkatan pendidikan yang lebih baik, baik pendidikan secara formal maupun pendidikan secara non formal. karena pendidikan merupakan kunci untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Tanpa pendidikan maka tidak ada ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh. Semakin perlunya manusia akan ilmu pengetahuan, maka perkembangan
sangat pesat dari waktu ke waktu. Kemajuan suatu bangsa diukur dari tingkat kemajuan pengetahuan dan teknologi, karena semakin maju ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa semakin maju taraf hidup dan kesejahteraan penduduknya.
Dengan adanya perubahan pendidikan sebagai sarana untuk menyampaikan ilmu tetapi diharapkan adanya perubahan pola kehidupan yang lebih baik. Keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). SDM yang berkualitas akan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki untuk kemajuan bangsa dan negara. Salah satu upaya membina dan membangun SDM yang tangguh dan dapat diandalkan diantaranya adalah melalui pendidikan, baik yang diberikan melalui pendidikan formal di sekolah, maupun pendidikan non formal di lingkungan keluarga. Menurut Dimyati dan Mujiono (2006:7) “Pendidikan merupakan sesuatu tindakan yang memungkinkan terjadinya belajar dan perkembangan”. Sedangkan menurut Sardiman (2001:12) “Pendidikan dan pengajaran adalah satu usaha yang bersifat sadar tujuan yang dengan sistematis terarah pada perubahan tingkah laku menuju kedewasaan anak didik”.
Berbagai perkembangan itu semakin kuat sejalan dengan tuntutan reformasi dan globalisasi. Untuk itu mutlak diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompeten. Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu bersaing untuk menghadapi tantangan diera globalisasi. Sumber daya manusia yang berkualitas akan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki untuk kemajuan bangsa dan negara. Salah satu upaya membina dan membangun sumber daya manusia yang tangguh dan dapat diandalkan diantaranya adalah melalui pendidikan formal di sekolahan, maupun pendidikan di lingkungan masyarakat.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sumber Daya
Setiap daerah memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya sosial dan sumber daya ekonomi. Sumber daya memiliki nilai-nilai tertentu yang dianggap mampu memberikan kekuatan, baik secara moril maupun materiil untuk meningkatkan atau pengembangan satu wilayah, dan peningkatan tarap kehidupan masyarakat serta penurunan permasalahan sosial. Dikemukakan oleh Manan (1978), bahwa semua sumber daya baik alam, manusia, sosial dan ekonomi yang secara nyata dan potensial dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
a. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam merupakan salah satu dari sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Menurut Soerianegara (1977) bahwa hutan, tanah, air, tanaman pertanian, padang rumput, dan populasi ikan merupakan beberapa contoh sumber daya alam yang dapat dipulihkan (renewable resources). Selanjutnya dikatakan bahwa sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu Negara memiliki kaitan yang erat, dimana kekayaan sumber daya alam secara teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang pesat.
b. Sedangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dipahami sebagai orang-orang yang memiliki potensi dan mampu serta mau diperankan atau memerankan dirinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lingkungannya. Di masyarakat luas biasa disebut sebagai para tokoh masyarakat, baik tokoh agama, tokoh budaya, tokoh pendidikan, tokoh remaja dan lain-lain, baik yang terdapat dalam satu organisasi maupun individu. Pengertian sumber daya manusia adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM dipahami sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi.
c. Sumber Daya Sosial
Sumber daya sosial dapat dipahami sebagai modal sosial yang ada pada masyarakat maupun dalam keluarga. Tersedianyan sumber daya sosial atau modal sosial baik dalam masyarakat maupun dalam keluarga, merupakan salah satu faktor pendukung untuk menjamin terbangunnya kondisi harmonis untuk membentuk masyarakat maupun keluarga yang mampu berdiri sendiri, dengan memanfaatkan potensipotensi yang ada pada lingkungan sekitarnya. Seperti yang dikatakan dalam sebuah tulisan Memahami Modal Sosial Dalam Pembangunan Pertanian, yang diakses melalui internet, bahwa
Modal sosial merupakan sumberdaya sosial yang dapat dipandang sebagai investasi untuk mendapatkan sumberdaya baru dalam masyarakat. Oleh karena itu modal sosial diyakini sebagai salah satu komponen utama dalam menggerakkan kebersamaan, mobilitas ide, kesalingpercayaan dan kesaling menguntungkan untuk mencapai kemajuan bersama. Rahardjo (2010) mengupas pendapat Durkheim, yang menyebut istilah “modal sosial” untuk menyatakan ikatan sosial antar manusia di dalam sebuah masyarakat sangat penting untuk membentuk kohesivitas sosial dalam mencapai tujuan bermasyarakat. Ia merupakan sebuah kekuatan untuk mencapai tujuan hidup bersama yang tidak mungkin dicapai secara personal. Modal sosial dikatakan Durkheim merupakan sebuah tatanan masyarakat yang harmonis, hanya bisa dicapai manakala antar warga masyarakat itu saling berhubungan dengan baik melalui jaringan dan kesamaan nilai yang tumbuh di masyarakat itu dengan lebih mengedepankan persamaan daripada perbedaaan yang ada. Nilainilai itu terus dijaga sebagai kekuatan yang mengikat, sehingga menjadi kekuatan tersendiri yang bermanfaat tidak saja untuk mencapai tujuan bersama yang dicita-citakan, tetapi juga untuk menangkis berbagai upaya yang mengancam kohesivitas mereka.
Sjafari (2014) mengatakan ketersediaan sumber daya sosial berkaitan dengan segala sesuatu yang ada di sekitar keluarga yang mampu memberikan dukungan dalam memperkuat sistem sosial terhadap keluarga yaitu tingkat kepercayaan antar keluarga, dan intensitas kegiatan gotong royong. Sumber daya sosial terdiri dari tingkat kepercayaan antar keluarga, kerjasama antar keluarga, dan intensitas kegiatan gotong royong bagi keluarga miskin merupakan sebuah modal sosial yang masih berkembang di perkotaan.
Sumber daya sosial dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan, bila dilandasi dengan asas profesionalisme. Hal ini dimaksudkan bahwa sumber daya sosial yang ada pada keluarga, akan memberikan nilai lebih, jika mendapatkan bimbingan dari yang berkompeten untuk memberikan bimbingan terhadap keluarga (Kartasasmita, 1997).
Seperti yang dikatakan Sjafari (2014) bahwa kondisi riil menunjukkan bahwa ketersediaan sumber daya sosial keluarga miskin di perkotaan masih perlu mendapatkan perhatian untuk ditingkatkan. Secara umum ketersediaan sumber daya sosial pada keluarga miskin di perkotaan, baik kota besar maupun kota sedang tidak terdapat perbedaan yang mendasar, secara umum yang terjadi di perkotaan menunjukkan bahwa ketersediaan sumber daya sosialnya perlu mendapatkan perhatian yang serius dari berbagai pihak. Merangkum beberapa pendapat tersebut maka sumber daya sosial sebagai Modal sosial dapat dipahami sebagai seperangkat aturan yang menjadi dasar atau yang mengarahkan aktivitas manusia sebagai kelompok sosial untuk saling berfungsi satu sama lain dan menjadi acuan untuk bertindak serta berstrategi dalam menghadapi persoalan yang datang ke masyarakat. Dapat dikatakan bahwa modal sosial adalah sebuah pranata sosial yang digunakan sebagai acuan dalam menghadapi masalah sosial yang tentunya bersumber dari kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sumber daya sosial/ modal sosial yang ada di masyarakat maupun dalam keluarga, akan lebih memberikan kontribusi terhadap peningkatan nilai sosial ekonomi keluarga, jika ada interpensi dari pihak-pihak yang berkompetens dalam bidangnya.
d. Sumber Daya Ekonomi
Ketersediaan sumber daya ekonomi merupakan salah satu faktor yang sangat mendukung terbentuknya keluarga yang mandiri, karena sumber daya ekonomi mencakup berbagai sumber yang ada dilingkungan keluarga dan masyarakat. Sjafari (2014) mengatakan bahwa ketersediaan sumber daya ekonomi merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar keluarga yang mampu memberikan dukungan ekonomi terhadap keluarga antara lain ketersediaan modal ekonomi, keikutsertaan dalam pelatihanketerampilan berusaha, tingkat penyerapan informasi, serta bantuan dari pihak luar. Sedangkan secara umum Sumber Daya Ekonomi adalah segala sumber daya dimiliki berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik itu yang berasal dari sumber daya alam (SDA) maupun dari sumber daya manusia (SDM) yang dapat memberikan manfaat atau keuntungan (benefit), serta dapat diolah sebagai modal dasar dalam pembangun ekonomi. (Arga, 2012) bahwa sumber daya ekonomi dikatakan sebagai alat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, wujudnya berupa barang atau jasa. Sumber daya ekonomi dibagi menjadi empat macam, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya kewirausahaan serta sumber daya modal (answers, yahoo. com, 2014).
Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi (tanah), air, dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia. SDA dibagi menjadi dua yaitu SDA yang dapat diperbaharui dan SDA yang tidak dapat diperbaharui.
SDA yang dapat diperbaharui ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus, contohnya: air, udara, tanah, hewan dan tumbuhan meliputi air, tanah, tumbuhan dan hewan. SDA ini harus kita jaga kelestariannya agar tidak merusak keseimbangan ekosistem.
Cekungan di daratan yang digenangi air terjadi secara alami disebut danau, misalnya Danau Toba di Sumatera Utara. Sedangkan cekungan di daratan yang digenangi air terjadi karena buatan manusia disebut waduk, misalnya waduk Sermo di Kulon Progo dan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri (Jateng).
Udara yang bergerak dan berpindah tempat disebut angin. Lapisan udara yang menyelimuti bumi disebut atmosfer. Lapisan Ozon berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar
ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari. Angin dapat dimanfaatkan juga sebagai sumber energi dengan menggunakan pembangkit listrik kincir angin.
Tanah adalah lapisan kulit bumi bagian atas yang terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik yang hancur oleh proses alamiah. Tanah banyak dimanfaatkan untuk menanam sumber daya alam pertanian. Pertanian meliputi tanaman untuk makanan pokok, seperti padi, jagung dan sagu. Palawija terdiri dari ubi-ubian dan kacang-kacangan; dan holtikultura yang meliputi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.
Hewan di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu hewan liar dan hewan piaraan. Hewan liar ialah hewan yang hidup di alam bebas dan dapat mencari makan sendiri, misalnya dari jenis burung, ikan dan serangga. Hewan piaraan ialah hewan yang dipelihara untuk sekadar hobi atau kesenangan semata, misalnya burung perkutut, marmut, kucing dan kakaktua. Hewan ternak ialah hewan yang dikembangbiakkan untuk kemudian dimanfaatkan atau diperjual belikan.
Masalah Sumber Daya Alam Struktur Penguasaan Sumber Daya Alam Indonesia merupakan negeri yang berlimpah akan sumber daya alamnya, baik berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di negeri kita ini yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Terutama minyak bumi, gas alam, beberapa jenis barang tambang, mineral, hutan tropis dengan berbagai jenis kayu dan hasil hutannya, kekayaan laut, dan sebagainya.
Seperti yang kita ketahui bahwa sumber daya alam ada yang dapat diperbaharui namun juga ada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Semuanya memiliki potensi yang dapat diusahakan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, tergantung dari kemampuan manusianya untuk mengelola. Sejalan dengan Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 yang menentukan bahwa bumi,air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Persoalan Sumber Daya Alam :
∙ Penebangan liar
∙ Penambangan tanpa ijin
∙ Pencurian ikan
∙ Pemanasan global
∙ Bencana alam (banjir, tsunami, gempa bumi, longsor, dan lain-lain)
∙ Limbah
∙ Kebakaran hutan
∙ Polusi udara
∙ Gagal panen
∙ Pencemaran sungai
Permasalahan lingkungan :
∙ Pencemaran lingkungan: pencemaran air, udara, masalah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, dan lain-lain yang disebabkan karena human error (eksploitasi berlebihan) ∙ Kerusakan sumber daya alam: masalah erosi lahan, kepunahan plasma nutfah dan lain sebagainya yang ditimbulkan karena bencana alam
∙ Masalah pemukiman : sanitasi, air bersih, kesehatan lingkungan, dan lain-lain. Tujuan pengaturan terkait Sumber Daya Alam :
∙ Pelestarian/ Mencegah eksploitasi berlebihan, pengembangan
∙ Penyelamatan (UU Kehutanan)
∙ Menangani tindak kriminalitas
∙ Pengelolaan
Kebijakan sumber Daya Alam Struktur Penguasaan sumber daya alam Arah kebijakan pembangunan bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup : a. Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya dukungnya agar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi.
b. Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan melakukan konservasi, rehabilitasi dan penghematan penggunaan dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan.
c. Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam secara selektif dan pemeliharaan lingkungan hidup sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga yang diatur dengan undang undang.
d. Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dnegan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup, pembangunan yang berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal, serta penataan ruang yang pengusahaannya diatur dengan undang-undang.
e. Menerapkan indikator-indikator yang memungkinkan pelestarian kemampuan, keterbatasan sumber daya alam yang dapat diperbaharui untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat balik.
Kebijakan bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup ditujukan untuk : a. Mengelola sumber daya alam, yang dapat diperbaharui maupun tidak melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampungnya. b. Menegakkan hukum secara adil dan konsisten untuk menghindari kerusakan sumber daya alam dan pencemaran lingkungan.
c. Mendelegasikan kewenangan dan tanggung jawab kepada pemerintah daerah dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara bertahap.
d. Memberdayakan masyarakat dan kekuatan ekonomi dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat global. e. Menerapkan secara efektif penggunaan indikator-indikator untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
f. Memelihara kawasan konservasi yang sudah ada dan menetapkan kawasan konservasi baru di wilayah tertentu, dan
g. Mengikutsertakan masyarakat dalam rangka menanggulangi permasalahan lingkungan global.
SDM di Indonesia
Menurut Barthos (2004: 2) Indonesia adalah salah satu negara yang sedang berkembang yang sedang menghadapi permasalahan-permasalahan besar dalam mencapai kemajuan bangsa, khususnya di bidang ekonomi yang masih terpendam serta sumber-sumber daya manusia berupa penduduk yang jumlahnya besar.
Sumber daya manusia merupakan fakta dinamika yang memerlukan suatu pengolahan yang tepat, sehingga benar-benar menjadi faktor pokok pembangunan. Disamping itu sumber daya manusia merupakan tujuan pembangunan yaitu dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya. Manajemen sumber daya manusia sangat di tentukan oleh sifat sumber-sumber daya manusia itu sendiri yang selalu berkembang baik jumlahnya maupun mutunya. Manajemen sumber daya manusia harus mencari keseimbangan antara jumlah dan mutu sumber daya manusia itu dengan keutuhan-kebutuhan suatu negara di dalam pembangunan nasional.
Menurut suadipraja (2010: 20) saat ini sumber daya manusia (SDM) sudah harus menjadi fokus pemerintah untuk bisa menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Kalau untuk produksi kita tidak masalah, tapi memang SDM kita masih banyak yang berpendidikan rendah. Sebanyak 94 persen tenaga kerja industri kita tingkat pendidikannya masih SMA atau SMK ke bawah," ungkap Kepala Pusdiklat Kementerian Perindustrian, Arifin, pada jumpa pers Konvensi RSKKNI Tenunan Tradisional di Jakarta, Kamis (20/8).
Menurut Basir (2004: 4) Indonesia adalah negara yang memiliki penduduk melebihi 100 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk lebih 2 persen rata-rata per tahun. Akibat daripada keadaan yang demikian itu timbullah masalah-masalah seperti pengangguran yang tinggi terutama di pedesaan, kekurangan tempat tinggal, kekurangan prasarana dan sarana kesehatan, kekurangan sandang, pangan, kesempatan kerja dan sebagainya.
Keadaan yang demikian itu akan menghambat pembangunan. Untuk mencari keseimbangan antara sumber-sumber daya manusia yang tersedia dengan tingkat perkembangan ekonomi pada tahap-tahap tertentu diperlukan suatu manajemen sumber daya manusia yaang tepat pada tingkat nasional.
Masalah-masalah SDM di Indonesia
Masalah-masalah yang timbul dalam sumber daya manusia di indonesia adalah:
1. Kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas.
Sumber daya manusia yang berkualitas adalah SDM yang komperhensip dalam berpikir dan selalu mengantisipasi tuntutan di masa depan, memiliki sikap positif, berperilaku terpuji, dan berwawasan, serta memiliki kemampuan, keterampilan , dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan diberbagai bidang serta sektor pembangunan.
2. Kurangnya tingkat pendidikan yang tinggi yang disediakan sumber daya manusia. Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan.Perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim.Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit.Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU Pendidikan kacau.Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten. 3. Kurangnya keterampilan sumber daya manusia.
Kurangnya keterampilan sumber daya manusia adalah tidak menguasai Keterampilan yang dibutuhkan oleh para penyedia kesempatan kerja. Sumber daya manusia yang tidak mempunyai keterampilan tidak akan dapat bersaing untuk mendapatkan suatu pekerjaan. 4. Kurangnya keahlian sumber daya manusia
Keahlian sumber daya manusia untuk menguasai sesuatu yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah faktor yang sangat penting yang harus dimiliki oleh sumber daya
manusia tersebut.Dengan memiliki keahlian yang khusus maka dia akan dengan mudah untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahliannya.
5. Keterbatasan penyediaan kesempatan kerja.
Kesempatan kerja adalah suatu keadaan yang menggambarkan ketersediaan pekerjaan untuk diisi oleh para pencari kerja.Namun bisa diartikan juga sebagai permintaan atas tenaga kerja.
6. Rendahnya tingkat pendapatan per kapita sumber daya manusia.
Pendapatan perkapita yang masih rendah berakibat penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, sehingga sulit mencapai manusia yang sejahtera. Pendapatan per kapita rendah juga berakibat kemampuan membeli (daya beli) masyarakat rendah, sehingga hasil-hasil industri harus disesuaikan jenis dan harganya.
7. Rendahnya ilmu pengetahuan yang dimiliki sumber daya masyarakat. Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai kenyataan dalam alam manusia. 8. Kurangnya pengetahuan teknologi baru yang digunakan
Teknologi adalah suatu benda atau objek yang diciptakkan oleh manusia yang bisa bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Teknologi yang diciptakkan oleh manusia pada mulanya hanya sebuah alat-alat sederhana namun besar akan manfaatnya. Dengan inovatif nya manusia membuat teknologi sangat cepat berkembang.
9. Pembangunan perekonomian di setiap daerah tidak merata.
Pembangunan yang kurang merata disebabkan perekonomian yang kurang lancar disuatu negara pada umumnya dan khususnya daerah satu dengan daerah lain. Pembangunan memiliki dampak yang sangat penting dalam menanggulangi pengangguran khususnya pembangunan perekonomian. Apabila pembangunan perekonomian suatu daerah maju atau lancar, maka lapangan pekerjaan yang tersedia di suatu daerah akan semakin banyak. Akan tetapi bila kurangnya lapangan pekerjaan tetap terjadi maka akan menimbulkan pengangguran.
10. Rendahnya produktivitas tenaga kerja.
produktivitas tenaga kerja menunjukkan kemampuan seseorang tenaga kerja atau pekerja untuk menghasilkan sejumlah output dalam satu satuan waktu tertentu. Produktivitas tenaga kerja tersebut dapat merupakan ukuran efisiensi pemanfaatan tenaga kerja.
11. Adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja nasional pada krisis ekonomi tahun pertama (1998) sekitar 92,73 juta orang, sementara jumlah kesempatan kerja yang ada hanya sekitar 87,67 juta orang dan ada sekitar 5,06 juta orang penganggur terbuka (open unemployment). Angka ini meningkat terus selama krisis ekonomi yang kini berjumlah sekitar 8 juta. 12. Rendahnya mutu hasil pendidikan.
Penduduk buta huruf usia 10 tahun ke atas masih tinggi yaitu sekitar 18,7 juta orang (11%) dan usia 10-44 tahun tercatat 5,9 juta orang. Tingginya angka buta huruf karena masih terus terjadi siswa putus SD di kelas awal (1-3) yaitu 250.000-300.000 per tahun.
13. Tingginya pertumbuhan penduduk.
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Misalnya pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun 1995 ke tahun 2000 adalah perubahan jumlah penduduk Indonesia dari tahun 1995 sampai 2000.
14. Lesunya dunia usaha.
Lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja terutama bagi lulusan perguruan tinggi. 15. Minimnya pelatihan dan keterampilan sumber daya manusia.
Minimnya pelatihan dan keterampilan sumber daya manusia adalah terbatasnya kemampuan seseorang karena kurangnya pengetahuan dan berlatih untuk menguasai keterampilan tertentu.
16. Tingginya tingkat kemiskinan.
Upaya penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya Program Inpres Data Tertinggal (IDT), pemberian kredit untuk para petani dan pengusaha kecil berupa Kredit Usaha Kecil (KUK), Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP), Program Kawasan Terpadu (PKT), Program bapak Angkat, Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) dan program wajib belajar.
17. Rendahnya tingkat pendidikan formal.
Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan formal terdiri dari pendidikan formal berstatus negeri dan pendidikan formal berstatus swasta.
18. Rendahnya tingkat kemajuan dan pelayanan kesehatan.
Pelayanan kesehatan adalah sebuah konsep yang digunakan untuk memberikan layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat.
19. Inflasi dan Tingkat Pengangguran yang Terus Meningkat.
Inflasi atau kenaikan tingkat harga secara umum dan terus menerus bagi sebuah negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, selama tidak melebihi batas normal, berlangsung singkat dan masih dapat terkendalikan oleh pemerintah.Inflasi ini dianggap berbahaya karena dapat menyebabkan dampak negatif seperti menurunkan tingkat kesejahteraan rakyat, memburuknya distribusi pendapatan dan mengganggu stabilitas ekonomi. Seperti halnya inflasi, pengangguran yang terus meningkat merupakan masalah bagi pebangunan ekonomi.Pengangguran yang terus meningkat biasanya berdampak buruk terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan stabilitas nasional.
20. Masalah Pemerataan Pendapatan.
Masalah lain yang dihadapi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan ekonomi adalah masalah pemerataan pembangunan. Pembangunan ekonomi Indonesia terkonsentrasi hanya di kota-kota besar terutama di Pulau Jawa dan didominasi oleh kelompok tertentu.Pada hakikatnya, pembangunan nasional adalah pembangunan
manusia Indonesia seutuhnya sehingga keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dengan keberhasilan dibidang ekonomi (secara materi).
Solusi-solusi masalah SDM
Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.
Oleh karena banyaknya masalah-masalah SDM di indonesia tersebut, maka terlahirlah solusi sebagai berikut:
1) Pemerintah harus membuat program sekolah gratis 12 tahun.
2) Memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak yang miskin.
3) Pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana fasilitas yang memadai staf pengajar yang berkompetensi, kurikulum yang tepat dan memiliki sistem administrasi dan birokrasi yang baik dan tidak berbelit-belit.
4) Membuka lowongan pekerjaan agar masayrakat didaerah bisa bekerja dan mendapatkan pendapatan yang tinggi sehingga dapat menyekolahkan anak-anak mereka sampai jenjang perguruan tinggi.
5) Perusahaan harus secara komprehensif mengatasi masalah tenaga kerja dan kepemimpinan secara berkala.
6) Perusahaan harus membuat kegiatan program pengembangan keterampilan secara berkala.
7) Perusahaan harus membuat kegiatan program pengembangan keterampilan dan keahlian untuk para pegawai baru dan para pemimpin perusahaan.
8) Perusahaan harus melakukan delapan pendekatan yang dapat digunakan untuk perencanaan, tenaga kerja, rekruitmen, pelatihan, pengembangan karir manajemen kinerja, merek perusahaan, keahlian pekerja dan sistem meritokasi.
9) Pemerintah dan pihak swasta harus memberikan bantuan pelatihan. Beberapa bantuan pelatihan yang diberikan itu antara lain meliputi keterampilan kerajinan rotan, tenun tekstil, makanan, minuman, jamu, peternakan dan pertanian.
10) Pemerintah dan pihak swasta memberikan bantuan modal. Bantuan modal itu diharapkan bisa menjadi tambahan masyarakat dan sumber daya manusia untuk menggerakan usahanya atau membuka usaha baru yang dapat banyak menyerap tenaga kerja.
11) Perusahaan harus memberikan pelatihan keterampilan teknologi terbaru secara berkala kepada seluruh tenaga kerja yang bekerja diperusahaan tersebut.
12) Perusahaan memeberikan beasiswa pendidikan kepada seluruh karyawan diperusahaan tersebut untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.
13) Perusahaan memberikan dana kesejahteraan kepada seluruh karyawannya supaya kesejahteraan karyawannya terjamin.
14) Pemerintah dan perusahaan harus menyediakan sarana dan prasarana untuk melatih keterampilan para karyawannya. Seperti menyediakan komputer dan alat-alat teknologi lainnya.
15) Perlunya rumah-rumah singgah untuk anak jalanan guna menjadi tempat belajar. Pemerintah harus lebih memperhatikan anak-anak jalanan.
SIMPULAN
Sumber daya manusia dan sumber daya alam adalah dua komponen penting dalam suatu kehidupan. Pembangunan suatu bangsa memerlukan aspek pokok yaitu sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Kedua sumber daya ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Maju atau tidaknya suatu Negara disebabkan pula oleh kualitas sumber daya alam dan sumber daya manusia.
Hal yang paling berpengaruh adalah bagaimana kualitas sumber daya manusia disuatu negara tersebut. Apabila suatu negara sudah memiliki sumber daya alam yang baik tetapi tidak memiliki sumber daya manusia yang berkualitas maka negara itu bisa saja diatur oleh negara luar yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.
Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Selain faktor eksternal tentu ada faktor internal yang sangat berpengaruh. Salah satu contoh faktor internal yang menyebabkan baik tidaknya kualitas seorang manusia adalah dalam diri manusia itu sendiri. Dimungkinkan memang karena bawaan genetis yang memungkinkan seseorang memiliki kualitas kurang serta kurangnya motivasi dalam diri untuk menimba ilmu.
Masalah pengembangan sumberdaya merupakan suatu masalah yang penting dan harus mendapat perhatian baik bagi organisasi bisnis maupun bagi organisasi public untuk dapat bersaing di era global. Suatu organisasi harus memiliki rencana strategi sebagai mana dalam mengembangkan sumber daya yang dimilikinya
DAFTAR PUSTAKA
Adi, I.R. (2005). Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial: Pengantar pada Pengertian dan Beberapa Pokok Bahasan, UI-Press, Jakarta
Ahmad Heryawan, Akhmad Fauzi, dan Aceng Hidayat, Analisis Ekonomidan Kebijakan Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Barat, Jurnal Ekonomi Pertanian Sumberdaya dan Lingkungan, Vol. 1 No. 11 Tahun 2014
Akhmad Fauz, Sinergi antara Pembangunan Ekonomi dan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Jurnal Ekonomi Lingkungan Vol.I3/No.2/2009)
Amiruddin K, Dasar-dasar Ekonomi Islam, (Makassar: Alauddin Press 2014) Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia Untuk Pembangunan Ekonomi Indonesia (Forum Ilmiah Volume 12 Nomor 1, Januari 2015)
Arga E SMB. (2012). Sumber Daya Ekonomi, http:// boetarboetarzz.blogspot.com /2012/11/sumber-daya-ekonomi.html, diakses tgl 17 November 2014.
Ari Anggarani Winadi Prasetyoning Tyas1, Katryn Trie Wicak Ikhsani, Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia Untuk Pembangunan Ekonomi Indonesia, Forum Ilmiah Volume 12 Nomor 1, Januari 2015
Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, Kencana, Jakarta, 2009
Hafit Yudi Suprobo, Redaksi WE Online/Ant, Peningkatan Kualitas SDM Tercermin dalam IPM, Jakarta: Gedung MPR/DPR/DPD RI, 2019.
Minar Winda, Dr. Hj. Yusni Maulida SE, MSi, Lapeti Sari SE,Msi, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Siak, JOM FEKON Vol. 1 No.2 Tahun 2014
Siagian, Sondang P., “Manajemen Sumber Daya Manusia”, Bumi Aksara, Jakarta, 2005
Soewartoyo dan Toni Soetopo, Potensi Sumber Daya Alam dan Peningkatan Sumber Daya Manusia di Kawasan Masyarakat Pesisisr, Kabupaten Bangka (Jurnal Kependudukan Indonesia, Vol. IV, No. 2 2009)
Viethzal Rival Dan Ella Juavani Sagala, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori Ke Praktik, (Jakarta: Rajagrafindo Persada 2009)
Komentar
Posting Komentar